T1 AKAS
Penanaman Mendalam
Azkiya Kamila Asy-Syahidah ATCO 1
Islam di Nusantara tentu tidak lepas penyebarannya dari pengaruh para ulama yang menginovasikannya sehingga meresap pada masyarakat itu sendiri. Lahirnya tokoh-tokoh besar yang berprinsip Islam menjadi ciri khas bahwa Islam sudah ada dan menjadi agama yang mayoritas dianut. Namun penulis akan mengfokuskan ini pada daerah yang banyak melahirkan para tokoh besar mulai dari ulama, pembaharu, penggerak, bahkan pemikir nasionalis sendiri.
Tentu nama Syekh Khatib Al-Minangkabawi tidak jarang didengar dunia, Buya Hamka yang masuk pada dunia sastra pun sudah sering dilirik, Rohana Kudus yang berperan dalam pendidikan perempuan dapat dibandingkan dengan Kartini, zakiyah darajat yang menjadi ibu spikologi modern Islam, bahkan M. Natsir yang berperan banyak dalam negara bahkan pendidikan. Masih banyak lagi nama hebat yang terlahir dari tanah adat itu, namun apa yang membuat mereka terlahir menjadi sosok yang berpengaruh bagi tanah air bahkan hingga mendunia?
Penulis menemukan adanya kesamaan dalam pendidikan para tokoh besar tersebut, yakni surau. Sebelum mereka berkelana merantau mencari makna dan hikmah, tanah lahir menanamkan terlebih dahulu nilai agama pada jiwa si anak. Surau sendiri menjadi landasan utama dalam penanaman jiwa Islam sendiri. Sebagaimana ia bersatu dalam masyarakat sebagai tempat dimana masyarakat bersosial satu sama lain, ia pun menjadi pusat keilmuan terutama keagamaan yang dipandang wajib bagi mereka. Meski terbangun karena Islamisasi, namun surau dimasa ini justru lebih berpengaruh dibandingkan saat masa pra-Islam. Sehingga surau ini menjadi penguat adanya lingkungan yang Islami di masyarakat. Mereka diajarkan kitab-kitab, nilai kehidupan, tasawuf, hingga cara bertahan hidup itu sendiri. Sebagaimana Islam datang sebagai pengingat adab dan hal lainnya, surau pun menimbulkan nilai itu sendiri. Sehingga yang terlahir dari surau pun banyak membawa ajaran Islami itu ke dunia rantaunya.
Karena peran surau yang mengajarkan cinta ilmu, budaya dan agama menjadikan mereka terlahir sebagai tokoh besar, sebagaimana dituliskan dalam sebuah artikel tentang peran surau pada anak minang:
“cinta agama karena dari ranah ini lahir para pembaharuan islam dan guru-guru yang sangat berjasa di surau-surau atau pondok-pondok pesantren yang kemudian mengajarkan ilmu kepada murid-muridnya. Cinta budaya terlihat dalam diri orang yang apabila ia merantau, ini terlihat jelas, ia memiliki kekhasan,.... Cinta ilmu adalah hal nomor satu,... agar kelak menjadi orang dan bisa bermanfaat di kampung halaman ketika telah kembali.”
Ketiga hal ini terlahir dari segi lingkungan yang Islami, tentu juga salah satunya terlahir dari surau menjadikannya pusat keilmuan bahkan hingga sekarang. Hal ini menunjukan pula bahwa surau membawa kebudayaan ilmu dalamnya yang tentu menjadi komponen penting dalam melahirkan tokoh besar. Penulis pun seringkali mengalami keadaan dimana anak minang diharuskan pergi ke surau untuk belajar dan mendalami agama melalui pengajian yang kini berpusat di masjid setempat. Hal ini tentu berpengaruh bagi jiwa dan pemikiran si anak agar jiwanya senantiasa membawa Islam. Sehingga penanaman mendalam inilah yang menjadikan mereka menjadi tokoh besar sekaligus cerminan Islam dalamnya.